Sidang Gratifikasi Kepengurusan Fatwa MA, Jaksa Pinangki Pakai Mobil Rp 1 Miliar peserta euro 2021_

  • 时间:
  • 浏览:0

Dalam kesaksian, Rahmat mengaku Pinangki merupakan jaksa yang penampilannya berbeda dibanding jaksa lain. Gaya hidup Pinangki disebut glamor.

“Karena percaya, teman-teman saya bilang kenalannya bu Pinangki banyak Kejaksaan, tapi saya tidak tahu atasan bu Pinangki siapa,” ujar dia.

Adapun bisnis yang dimaksud Pinangki yakni terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan pengusaha bernama Joe Chan. Belakangan Joe Chan diketahui merupakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Suap sebesar 1 juta dolar AS yang dijanjikan Djoko Tjandra itu bermaksud agar Pinangki bisa mengupayakan pengurusan fatwa MA lewat Kejagung.

“Yang saya tahu Ibu Pinangki seorang jaksa. Tapi penampilannya, mobilnya Vellfire. Berbeda sama jaksa-jaksa lain,” ujar Rahmat dalam persidangan. Untuk diketahui harga mobil Vellfire di atas Rp 1 miliar.

Rahmat menuturkan selain menaiki mobil mewah, Pinangki juga berpenampilan berbeda dari jaksa-jaksa pada umumnya. Seperti kerap mengenakan tas mahal.

Pada pemeriksaan Jamwas di akhir Juli 2020, Pinangki meminta Rahmat mengaku kepergiannya ke Malaysia dalam rangka berbisnis.

Pinangki Sirna Malasari juga disebut meminta saksi Rahmat mengikuti arahaannya saat diperiksa Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung. Jamwas memeriksa Rahmat mengenai sejumlah perjalanan ke luar negeri yang dilakukan Pinangki tanpa sepengetahuan atasan.

Fatwa MA itu bertujuan agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi. (Tribun Network/dan/wly)

Diketahui dalam persidangan perkara serupa yang digelar Rabu (4/11/2020), Kepala Sub Bagian Pengelolaan Gaji dan Tunjangan pada Kejaksaan Agung Wahyu Adi Prasetyo yang bertindak sebagai saksi, mengatakan jaksa Pinangki yang menjabat Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI secara total menerima penghasilan Rp18.911.750.

Rahmat makin yakin usai Pinangki menyebut punya banyak kenalan di Kejagung.

Rahmat mengikuti arahan Pinangki lantaran diyakini bahwa persoalan yang menyeret dirinya sudah diurus oleh petinggi Kejagung.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang pengusaha bernama Rahmat menjadi salah satu saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa jaksa Pinangki Sirna Malasari, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020).

Baca juga: TERUNGKAP Adik Ipar Djoko Tjandra Perantara Suap Jaksa Pinangki Sudah Meninggal Akibat Covid-19

Editor : Hari Widodo

Baca juga: Boyamin Saiman : Jaksa Pinangki Sempat Terima Uang Rp 7,5 Miliar dari Djoko Tjandra

Baca juga: Adik Ipar Djoko Tjandra Diduga Terlibat Kasus Jaksa Pinangki, Kejagung Selidiki Heriadi

Rinciannya, Pinangki selaku jaksa golongan 4A menerima gaji Rp 9.432.300, tunjangan Rp8.757.600, dan uang makan Rp 731.850 setiap bulan.

Pinangki Sirna Malasari didakwa menerima suap senilai 500 ribu dolar AS dari total yang dijanjikan sebesar 1 juta dolar AS oleh terpidana kasus korupsi hak tagih atau cessie Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.